Rumah Artikel di dirikan oleh Mas Aza praktisi Bisnis online yang merupakan YouTuber, Vtuber, Blogger, Programmer, Penulis Membacalan agar Anda menjadi orang sukses

Media Seputar Karya Fiksi dan Non Fiksi

Monday, September 28, 2020

Mengenal Istilah Quarter Life Crisis (QLC) di Era Milenial

 




By: Evi Fitriyani


Fase kehidupan manusia berubah dari sepanjang sejarah peradaban. Masa demi masapun terlewati dengan berbagai kehidupan yang berbeda pula setiap periodenya. Kita sudah memasuki di era 2000 an, era di mana manusia sudah mengenal banyak teknologi dan sumber informasi lainnya. Era 2000 an ini dikenal dengan istilah zaman modern atau bahasa gaulnya yaitu zaman milenial. Di era milenial ini banyak masyarakat yang sudah tidak gaptek (gagap teknologi) lagi karena pemuda-pemuda, anak remaja, bahkan anak-anak kecilpun sudah mengenal yang namanya gadget (HP). Tapi, semakin berkembangnya dunia dan berbagai sektor bidang yang sudah semakin meluas dan berkembang, tetap saja banyak pemuda-pemuda yang menganggur. Hal itu tidak hanya berlaku pada pemuda yang lulusan SMP atau SMA saja, para lulusan sarjanapun merasakan kegaulauan dalam mencari lapangan pekerjaan dan menentukan masa depan yang lebih baik lagi.


Kegelisahan, kegalauan, dan kecemasan dalam diri manusia untuk mendapatkan sesuatu atau bingung akan kehidupan dirinya di masa depan seperti apa, hal itu dikenal dengan istilah QLC. Apa itu QLC?, QLC adalah singkatan dari Quarter Life Crisis yang artinya perubahan emosional dan pola pikir manusia dalam menghadapi sesuatu, perubahan-perubahan serta perkembangan pasti akan dialami dan dirasakan oleh manusia, baik itu dari aspek emosi, fisik dan spiritual. QLC ini pasti dialami manusia pada rentang waktu remaja sampai pada dewasa awal di usia 20-30an. QLC adalah sesuatu perasaan panik, gelisah, galau, perasaan penuh cemas, perasaan insecure atau tidak percaya diri terhadap suatu hal, baik mengenai pekerjaan, sekolah, kehidupan sosial dan lain sebagainya. QLC ini tidak hanya dialami oleh seorang wanita saja, seorang laki-laki juga pasti mengalami ini, rasa kegalauan patah hati atau masalah pengangguran contohnya.


Fase ini biasanya dialami oleh anak remaja milenial yang lulus sekolah atau yang sedang atau proses sekolah/kuliah atau bahkan lulus kuliah. Dimana ada perasaan gejolak dihati dan dipikirannya akan rasa takut dan khawatir terhadap kelanjutan hidup di masa depan nantinya, termasuk dalam urusan karier, relasi, pertemanan, dan bahkan kehidupan sosial. QLC juga terjadi karena beberapa hal, misalnya karena tekanan orang sekitar seperti keluarga dan masyarakat sekitar contohnya tekanan untuk menikah, mencari pekerjaan dan lain sebagainya. Kekecewaan terhadap suatu hal misalnya gagal ngelanjutin kuliah  karena minimnya biaya, tidak lulus seleksi masuk ke perguruan tinggi yang diimpikan, melamar pekerjaan yang selalu tidak lulus, frustasi dengan hubungan yang selalu kandas di tengah jalan, dan lainnya yang mengganggu pikiran sehingga merasakan kegaulauan yang sangat tinggi.


Menurut Robinson (2015) dalam artikel buletin KPIN (konsorsium psikologi ilmiah Nusantara) yang membahas tentang Quarter Life Crisis: mengatasi kegalauan Generasi Milenial. Robinson menjelaskan ada 5 fase yang dilalui oleh individu dalam menghadapi Quarter Life Crisis (QLC) yaitu:
Fase 1 yaitu adanya perasaan terjebak dalam berbagai masalah pilihan serta tidak mampu memutuskan apa yang harus dijalani dalam kehidupan.


Fase 2 yaitu adanya dorongan atau motivasi yang kuat dalam dirinya maupun dari orang lain untuk megubah situasi dan keadaan yang ada.


Fase 3 yaitu melakukan tindakan-tindakan yang sangat krusial, misalnya keluar dari pekerjaan karena di PHK atau memutuskan suatu hubungan yang sedang dijalani lalu mulai mencoba pengalaman yang baru.


Fase 4 yaitu membangun pondasi baru di mana individu bisa mengendalikan arah tujuan kehidupannya yang lebih baik lagi.


Fase 5 yaitu membangun kehidupan baru yang lebih fokus pada hal-hal yang memang menjadi minat dan sesuai dengan nilai-nilai yang dianut  oleh individu itu sendiri.


Dari berbagai fase yang di atas, dapat kita ketahui bersama bahwa perasaan gejolak dihati pasca sekolah atau kuliah itu dinamakan QLC (Quarter Life Crisis). Tak perlu cemas, khawatir atau galau akan hal itu, karena kamu tidak sendiri semua orang pasti merasakan itu namun kita tidak mengetahuinya. QLC adalah hal yang wajar terjadi pada manusia untuk menjadikan dirinya pribadi yang dewasa sehingga mampu menghadapi cobaan dan ujian yang sudah diberikan oleh Tuhan. Tetap tersenyum, hadapilah hidup yang sangat serba modern ini, terus berjuang dan berusaha sampai sukses, serta berdoalah yakinlah Tuhan selalu bersama orang-orang yang mau berusaha dan tidak putus asa.



BIDATA DIRI

          Nama saya Evi Fitriyani, berasal dari Sumenep (Madura). Saya kuliah di Fakultas Tarbiyah dan Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di IAIN Madura (Pamekasan) lulus tahun 2020 dan saya seorang penulis blogger serta pengurus IPPNU Bluto Sumenep Madura. Saya menggeluti bidang kepenulisan selama kuliah disalah satu majalah kampus yaitu majalah activita dan majalah sosialita. Dari situ saya mempunyai tekad dan kemauan yang kuat untuk mempublikasikan tulisan saya. 


Alamat Email: evifitriyani983@gmail.com
Nama facebook: Evi Fitriyani
Nama Instagram: evi_fitriyani98
Nama Twitter: @Evi_Fitriy4n1


Bagikan Artikel Ini;

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive