Rumah Artikel di dirikan oleh Mas Aza praktisi Bisnis online yang merupakan YouTuber, Vtuber, Blogger, Programmer, Penulis Membacalan agar Anda menjadi orang sukses

Media Seputar Karya Fiksi dan Non Fiksi

Wednesday, July 15, 2020

Mimpi Pemuda Miskin


Cita-citaku ingin menjadi penulis buku novel terkenal. Kata Rahmat di depan puluhan teman-temannya, sontak ruangan menjadi ramai dengan celetuk tawa puluhan siswa-siswi mendengar pernyataan Rahmat.
Kamu jangan bermimpi Rahmat, mana bisa kamu menjadi penulis buku novel terkenal, membeli buku tulis saja dibelikan orang. Celetuk Mahmud di tengah celetuk tawa, Rahmat hanya bisa sedih karena dirinya diijek oleh temannya sendiri dan di depan puluhan temannya.
Sudah-sudah jangan ramai, silahkan Rahmat duduk ke tempat semula. Suruh pak Qosim guru mata pelajaran bahasa Indonesia.

Baca juga:

Tidak ada salahnya setiap manusia mempunyai mimpi setinggi langit, misalnya mau menjadi penulis buku novel terkenal seperti yang disampaikan oleh Rahmat barusan. Banyak orang sukses lahir dari kalangan orang miskin, karena dengan mimpinya ia menjadi orang sukses dan menjadi kaya. Bapak punya cerita, cerita ini diangkat dari novel tenggelamnya kapal Vanderwiek. Di mana dalam film tersebut ada seorang tokoh bernama Zainuddin. Zainuddin merupakan orang miskin dia mempunyai rasa cinta kepada gadis dengan sebutan nama akrab Hayatri. Cinta terjalin, namun tidak berkahir pada perlaminan ikatan suci. Perempuan yang dicintainya menikah dengan lelaki kaya berdarah belanda. Mendengar perempuan yang dicintainya menikah dengan lelaki lain, Zainuddin jatuh sakit sampai berbulan-bulan, sesembuhnya ia termotivasi oleh sahabatnya untuk bangkit mengembangkan idenya untuk menuli cerita yang memang sebelumnya ditekuni. Zainuddin akhirnya menerima dan langsung berkasi menulis. Ia berbekal mesin ketik menulis cerita-ceritanya lalu dikirimkan ke media massa dan diterbitkan oleh media massa tersebut. seiring dengan berjalannya waktu, karya Zainuddin semakin banyak sehingga terciptalah menjadi buku  novel. Dengan buku novelnya, Zainuddin menjadi orang terkenal dan menjadi orang kaya raya. Jadi Rahmat jangan patah hati dengan mimpinya walaupun teman-temanmu menertawakan. Motivasinya pak Qosim di depan puluhan peserta didiknya.

Baca juga:

Baik, pak terima kasih motivasinya, tanggapnya Rahmat penuh takdim.
Jangan sok bisa kamu Rahmat, itu hanya cerita fiksi, belum tentu cerita itu nyata padamu, celetuk somat teman yang duduk dibelakangnya. Rahmat hanya memilih diam tanpa kata. 
Mata pelajaran bahasa Indonesia selesai dan merupakan mata pelajaran terkahir. Semunya pada keluar bersama-sama.
*****
Baca juga:

Rahmat tidak menjadikan tekad menulisnya hilang meskipun teman-temannya mengejeknya. Ia tetap dalam keinginannya menjadi penulis buku novel terkenal . salah satu cerita yang ia tulis adalah kejadian di kelas saat teman-temannya menertawakan keinginannya. Setiap kejadian yang terjadi pada dirinya pasti menjdai ide cerita. Bahkan tidak hanya itu ia menulis dengan menggunakan ide cerita kejadian orang lain.
Andaikan saya punya buku tulis yang banyak akan penuhi semua dengan cerita menarik, renungnya selepas menulis. Ia menulis cerita-ceritanya dengan mengguynakan kertas bekas yang berserakan di simpang jalan.
Rahmat terlahir dariu keluarga kurang mampu, memenuhi makan hidupnya sehari-hari pas pasan bahkan terkadang tidak makan seharian dikerenakan tidak adanya makanan yang harus di makan. Namun rahmat tetap sabar dan ikhlas meski kehidupannya mengerikan.
Assalamualaikum, ucap seseorang di depan daun pintu rumahnya. Rahmatpun langsung mendekati daun pintu seraya menjawab salam.
Waalaikum salam, ucapnya.
Rahmat, maafkan saya iya, tadi ikut tertawa di kelas, ucapnya.
Iya tidak apa-apa, saya sudah memaafkan semua kok, jawabnya Rahmat sambil tersenyum.
Mari kita masuk ke dalam, ajak Rahmat masuk ke dalam rumahnya, masya diam sambil lalu melihat keadaan ruangan rumah Rahmat yang tak terawatt. Rahmat sibuk mengambil minuman di dalam dapurnya. Dua gelas air putih ia bawa ke ruang tamu rumahnya di mana Masya duduk menunggunya. 
Repot-repot saja kamu, ucapnya Masya.
Enggak kok, biasa saja.
Ayo di minum, ajak Rahmat, Masya meminum segelas air putih segar.
Setelah Masya minum air, kemudian tak sengaja menjatuhkan tumpukan kertas yang ada di belakangnya. Lalu Masya langsung mengemabilnya ternyata tumpukan lembaran kertas tertulis cerita menarik hasil ide kreatif Rahmat.
Kamu hebat Rahmat, ceritanya menarik, bolehkah saya membacanya? ucapnya kepada Rahmat dan Rahmat mengizinkannya.

Baca juga:

Masya membacanya cerita demi erita yang ditulis oleh Rahmat teman kelasnya. Pesan demi pesan membuat hatinya tertusuk motivasi penuh hikmah air matanya menetes ditengah asiknya membaca cerita kejadian yang pernah dialami oleh dirinya sendiri dan Rahmat sekalipun.
Luar biasa ceritanya Rahmat, kamu betul-betul penulis luar biasa, pujinya.
Bagiaman kalau cerita ini di bukukan, kebetulan kakakku bekerja di penerbitan buku di Jakarta, siapa tahu ceritanya lolos seleksi, pintanya Masya.
Bagus kalau begitu saya setuju permintaan mu, tapi bagaimana cara ketiknya. Saya tidak punya computer.
Masalah ketiknya, saya yang tanggung. Kebetulan kemarin bapak membelikan laptop. Jadi untuk dijadikan bahan ketik cerita kamu, biar saya sambil lalu belajar mengetik cepat, janjinya.
Baik kalau begitu, silahkan dibawa semua kertas ini, jika ini sukses kau adalah bagian hasil dari buku ini.
Siap sahabatku, janjinya dan Masya merapikan lembaran kertas yang berisi cerita menarik kemudian Masya pamit pulang kepada Rahmat mengizinkannya.
****
Baca Juga:

Tumpukan kertas bertulis cerita inspiratif tersusun rapi di meja belajar Masya, laptop sudah dinyalakan. Microsof word siap untuk diisi cerita demi cerita. Masya langsung melakukan pengetikan dengan menggunakan 10 jari kerana ia dalam tahap pembelajaran ia mengetiknya huruf demi huruf. Meski demikain menjadikan Masya tetap semangat sambil meresapi isi cerita sehingga terhanyut dalam cerita tetesan air matanya mengalir deras atas cerita Rahmat yang mengesankan.
Kenapa kamu menangis, Nak, tanya bu Novi ibu Masya. Kamu punya masalah iya.
Tidak ibu, tidak apa-apa, saya terhanyut sedih dengan cerita karya Rahmat teman kelasku, jawabnya.
Memang Rahmat itu pandai menulis cerita?
Iya bu. Ini karya pertamanya. Cita-citanya ingin menjadi penulis buku novel terkenal, tapi sama teman-teman kelas ditertawain. Saya kasian banget sama dia, curhatnya sedih.
Oh begitu, semoga dia berhasil sesuai dengan cita-citanya, sambungnya Ibu novi.
Amin....
Ibu Novi meninggalkan Masya yang terus melanjutkan mengetik cerita dari kalimat demi kalimat dengan santai tanpa lelah. Ceritanya seakan hadir pada dirinya sendiri dan akan terjadi.
****
Baca juga:

Ratusan siswa-siswi memenuhi lapangan sekolah menengah pertama al-hidayah dalam rangka acara pembukaan lomba public speaking yang merupakan lombarutinitas setiap tahun untuk evaluasi potensi siswa-siswi berbicara di depan umum. Rahmat tidak bisa mengikuti lomba public speaking pasalnya dirinya tidak bisa mememnuhi syarta dari bidang administrasi pendaftaran. Meski demikian bukan berarti tidak ingin berpartisipasi dalam lomba ini.
Rahmat. Kenapa kamu tidak ikut lomba ini, bukannya kamu bisa berbicara di depan umum, tanya Fathor teman kelasnya.
Tidak memenuhi syarat hor, saya tidak punya uang untuk melakukan  uang administrasi keuangan, jawabnya Rahmat.
Oh bukannya kamu juga mau menjadi penulis buku novel terkenal. Wah jangan banyak mimpi Rahmat viar kamu tidak setres, ucap somat pada Rahmat yang sedanfg berbincang-bincang dengan fathor. Rahmat memilih diam daripada menimpali ucapan somat. Ia yakin dengan motivasi guru-gurunya. Setiap kesesuhan dibalas kemuliaan, karena kemuliaan akan didapat dengan pahitnya cobaan. Tidak ada salahnya orang miskin mempunyai mimpi tinggi bisa di dapat oleh siapapun selama dia mau menyatakan mimpi.

****
Baca juga:

Rahmat, cerita-cerita kamu sudah selesai diketik, beritahu Masya pada Rahmat yang hendak pulang dari sekolah.
Alhamdulillah, terima kasih iya Masya, timpalnya Rahmat.
Oh iya, sekalipun ada kabar menarik buat kamu, cerita-cerita kamu di bawa kakak ke jakarta. Katanya mau diajukan penerbitan tempat kerja kakak. Katanya dia suaka dengan cerita kreatifmu.
Berita menarik, alhamdulillah Masya. Saya seang mendengarnya. Semoga cerita-cerita ini diterima menjadi buku novel terkenal.
Amin....
Iya sudah dulu Masya, saya keburu pualng pasalnya ada acara keluarga, pamit Rahmat terburu-buru.
iya, Rahmat hati-hati di jalan, perhatiannya Masya. Rahmat pulang begitu lincah gerak jalannya. Panas bumi menerkam sandal tipisnya, namun tidak membuat ia berhenti melangkah. Senag bahagia menyelimuti kesedihan yang menimpa dirinya. Hidup sebagi orang miskin tentu banyak cobaan yang terkadang melebih batas. Namun semua itu akan menjadi modal dalam meriah kemenangan.
****

Naskah cerita-cerita Rahmat lolos seleksi layak cetak dan layak terbit. Kakak Masya langsung memeberikan kabar pada Masya. Masya senang mendengar informasi kakak kandungnya dari jakarta. Masya ingin cepat-cepat memberitahukan kepada Rahmat bahwa bukunya diterima. Namun, karena hari ini adalah hari libur sekolah kemungkinan besar Rahmat tidak ada di rumahnya. Masya telah berhasil membantu temannya yang miskin namun mempunyai kemampuan yang luar biasa. Ia tidak sia-sia mengetik sampai larut malam meskipun letih menerjangnya.
***
Ratusan siswa-sisiwi sekolah menengah pertama al-hidayah memasuki ruangan kelas masing-masing siap alhidayah merupakan sekolah khusus siswa-siswi kurang mampu.
Di sanalah Rahmat menuntut ilmu yang kini sudah ada di kelas akhir. Rahmat merupakan siswa yang paling miskin dainatar teman-temannya. Namun, tercatat sevagi siswa yang cerdas dan pintar. Setiap tahun ia merangkul rangking satu. Meski demikian teman kelasnya bukan senag atas prestasi Rahmat sebagian besar mereka jahat p[ada Rahmat.
Rahmat saya dapat kabar dari kakak bahwa cerita-cerita ide kreatif kamu lolos seleksi dan mau dibukukan pada bulan ini, cerita Masya teman kelasnya.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Terimakasih Masya, syukurnya senang bahagia.
Mimpimu menjadi kenyataan.
iya Masya , ini semnuanya berkah kamu dan kakak kamu.
Setiap manusia berhak bermimpi setinggi langit, selama dirinya bisa meraih mimpinya.
***
Ratusan buku ekslempar habis terjual dalam waktu singkat dua hari. Sinopsis buku menjadi perhatian dan penasaran pembaca. Cerita-ceritanya mampu menarik hati pembaca melinangkan air mata. Seiring dengan berjalnnya waktu buku karya Rahmat terus diburu oleh pembaca hampir satu minggu penerbit kekurang stok buku cetak sehingga penerbit kembali mencetak ulang yang kedua kalinya. Rahmat kini menjadi sosok penulis muda yang dikenal oleh ribuan orang lewat novelnya. Kini sudah menjadi kaya raya hasil dari royalti bukunya. Masya orang yang membantu mengetik cerita-ceritanya turut menjadi kekayaan dari Rahmat. Royaltinya dibagi dua. Namun, Masya hanya mengambil sebagian saja karena sebagi pengetik lebih berat perannya dari seorang pencipta.
Kesuksesn Rahmat sebagai novelis terdengar oleh guru-gurunya di SMP Alhidayah serta teman-teman kelasnya. Mereka terkejut atas kesuksesannya.
Selamat ya Rahmat, semoga kesuksesan ini terus berlanjut kedepan dan menjadi motivasi bagi teman-temannya yang lain, pujinya pak Qosim bangga.
Terima kasih pak, ini berkah motivasi-motivasi bapak yang membangkitkan saya untuk menjadi seperti ini, jawabnya Rahmat.
Selamat iya Rahmat, maafkan kami yang telah mengejekmu. Ternyata kami salah, sebenarnya kami malu atas kesusksesan mu ini, kata somat dan teman-temannya.
Saya sudah memaafkan kok, kesuksesanku karena ejekan kalian sehingga saya terus semangat dan terus bangkit dan ini merupakan kesuksesan kita semua.

The End

Oleh : Moh Khozah

Bagikan Artikel Ini;

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive