Rumah Artikel di dirikan oleh Mas Aza praktisi Bisnis online yang merupakan YouTuber, Vtuber, Blogger, Programmer, Penulis Membacalan agar Anda menjadi orang sukses

Media Seputar Karya Fiksi dan Non Fiksi

Saturday, March 28, 2020

Persiapan Sebelum Menulis




Banyak penulis tidak mempersiapkan bahan dalam menciptakan karya tulis, seolah-olah dirinya sudah mempunyai banyak bendahara kata dan mempunyai banyak pengalaman. Kebanyakan juga ketika ide muncul pada dirinya ia menulisnya sehingga ketika sampai pada pertengahan tidak tahu mau melangkah kemana sehingga berhentilah menulis. Ketika berhenti menulis tulisan yang ditulis bingung mau dilanjutkan atau tidak, sehingga muncullah ide baru kemudian menulis lagi sesuai ide yang datang pada dirinya. Menciptakan karya tulis tidak cukup hanya ketika datang ide saja. Memang benar kata-kata sering muncul dari para penulis senior kalau ada ide tulislah jangan sampai kabur sehingga tidak bisa mengejarnya lagi. Akan tetepi, kemungkinan hanya pengumpulan data saja untuk dirangkai pada penciptaan karya tulis yang serius natinya. Jika ide itu muncul dan dijadikan sebuah karya tulis yang serius otomatis ketika dipertengahan tulisan akan merasakan kebingungan karena munculnya ide itu sangat terbatas.
Lalu bagaimanakah seorang penulis itu? Seorang penulis harus punya persiapan yang matang dalam menciptakan karya tulis. Guna untuk menyelesaikan naskah yang sangat diimpikan menjadi karya tulis yang baik. Semua hal yang berkaitan dengan penciptaan harus mempunyai persiapan terlebih dahulu. Menjadi orang hebat saja persiapannya tentunya mulai dari kecil, bukan mulai waktu dewasa. Kalau sudah dewasa tinggal menikmati saja apa yang telah dilakukan sejak kecil. Menulis juga demikian harus mempunyai persiapan yang cukup banyak.
Persiapan kecilnya adalah berupa pena, buku tulis, buku saku, gadget, laptop dan lain sebagainya. Namun kebutuhan yang saya sebutkan barusan berupa gadget dan latop bukan keharusan, karena tidak mungkin seorang penulis harus punya gadget dan laptop, takutnya tidak punya karena banyak penulis sukses tanpa menggunakan fasilitas gadget dan laptop. Mereka ada yang pinjam kepada keluarganya, teman-temannya bahkan ada yang menggunakan jasa warung internet yang sudah banyak di sekitar kita. Jadi, kalau memang benar-benar mau menciptakan tulisan maka persiapkan apa yang dibutuhkan. Ketika kita tidak punya persiapan baik pena ataupun buku lalu tiba-tiba ada hal yang menarik dan penting untuk ditulis mau menggunakan apa?
Selain persiapan yang disebutkan barusan yaitu mempersiapkan dari pembendaharaan kata dan pengalaman serta kategori apa yang mau ditulis. Jika kita mau mencipatakan karya tulis berupa kategori narasi (Cerpen, puisi, novel) maka harus mempersiapkan yang berhubungan dengan kategori tersebut. Kalau mau membuat cerita pendek maka persiapannya harus banyak membaca cerita pendek dan mengenal lebih lanjut bagaimana  cara memulainya si penulis dan bagaimana gaya penulisannya. Itu berlaku kepada semua kategori naskah tulisan, tidak hanya berlaku pada kategori tertentu. Kalau tidak demikian bagaimana bisa mampu menghasilkan karya tulis yang baik namun tidak pernah membacanya. Sama halnya dengan orang mau menanak nasi tapi tidak ada airnya sehingga tidak matang. Jadi, membacalah sebanyak-banyaknya berkaitan dengan apa yang akan ditulis sekarang. Jangan hanya berdasarkan ide yang datang saja. Jika menulis satu artikel mungkin persiapannya cukup membaca buku satu minggu saja. Namun kalau membuat buku, membaca satu minggu tidak cukup pasalnya penulisan buku itu sangat panjang dan membutuhkan banyak kata-kata yang harus dimiliki.
Saya sangat setuju dengan penulis sukses yang mengatakan bahwa jika kita mau menjadi penulis novel yang hebat maka membacalah novel sebanyakanya, jika kamu ingin menjadi seorang penulis buku ekonomi maka bacalah buku-buku yang berkaitan dengan ekonomi, jika kita mau menjadi seorang konselor hebat maka bacalah semua buku yang berhubungan dengan bimbingan konseling. Maka dengan demikian apa yang menjadi impian akan menjadi nyata.
Kenapa saya bisa menulis? Padahal saya bukan keturunan dari penulis hebat. Mungkin karena saya sering banyak membaca buku penulis hebat dan termotivasi dari kata-katanya bahkan kata-katanya terserap dalam jiwa saya untuk menciptakan sebuah karya tulis. Kalau kamu membaca tulisan ini pasti ada pertanyaan bisakah saya menulis jika saya banyak membaca. Jangan khawatir jika banyak membaca maka mudah melakukan apa saja terkait kepenulisan. jika pandai membaca buku tentang ilmu pengetahuan alam maka mudah untuk menciptakan artikel dan buku yang berkaitan dengan ilmu tersebut.
Jadi menulis artikel itu butuh persiapan bukan ketika ide itu datang kemudian menulis artiekl secara serius itu hanya pendukung saja untuk diikut sertakan pada naskah tulisan yang mau ditulis. Pesiapkan lebih matang jika mau menciptakan karya tulis yang baik dan dapat dinikmati siapa saja. Setiap apa yang kita buat dan sudah ada persiapan sebelumnya maka hasilnya akan baik dan luar biasa.

 Penulis : Moh Khozah
Editor : Tim Rumah Artikel

Bagikan Artikel Ini;

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive