Rumah Artikel di dirikan oleh Mas Aza praktisi Bisnis online yang merupakan YouTuber, Vtuber, Blogger, Programmer, Penulis Membacalan agar Anda menjadi orang sukses

Media Seputar Karya Fiksi dan Non Fiksi

Monday, March 30, 2020

Mahasiswa Sukses Karena Organisasi atau Dilema Organisasi



Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas selama mata kuliah berlangsung dengan durasi waktu yang sudah ditentukan oleh akdemik. Di sana selama belajar belum tentu 100% mendapatkan ilmu yang disampaikan dari dosen atau dari presenter yang mempunyai tugas untuk menyampaikan materi mata kuliah. Walaupun demikian dari setiap mata kuliah berlangsung ada kesempatan diskusi tidak semua mahasiswa dapat berpartisipasi menyampaikan suaranya dan gagasan yang dimiliki karena faktor waktu yang terus membuntuti berlangsungnya presentasi dan penyampaian dari dosen pengampu mata kuliah.

Selain tidak punya kesempatan bertanya dan menyampaikan gagasannya serta tidak dapat berdiskusi dengan puas lalu apa yang mau didapatkan dari belajar di bangku kuliah mengingat fakta yang ada demikian. Terkadang ketika salah satu dari kita mahasiswa menyampaikan pendapatnya secara kritis dengan argumentasi berdasarkan analisis dari buku dan survie lapangan divonis sebagai aktivis yang menunjukkan ingin menjatuhkan salah satu orang tertentu, padahal kenyataanya pandangan seperti itu hanya orang yang tidak suka dengan gagasan yang berbau rumit yang pengetahuannya sangat terbatas.

Masyarakat sudah menganggap bahwa lahirnya seorang sarjana akan membawa perubahan tatanan sosial yang lebih baik, oleh karena itu untuk mempersiapkan hadir ke medan yang harus ditempuh harus mempunyai banyak keilmuan sehingga masyarakat yang sudah percaya tidak akan kecewa. Maka dari itu di sini setiap mahasiswa untuk tidak dilema dalam organisasi yang ada di lingkungan kampus atau di luar kampus.

Abd Ghafur salah satu senioritas LPM Activita pernah berkata pada kajian Motivasi yang dilaksanakan oleh Fradiksi IAIN Madura, bahwa 30% ilmu didapatkan dari proses kuliah di kelas dan 70% ilmu itu didapatkan dari organisasi. Jadi ketika melihat angka dari 30% lawan 70% lebih kuat angka 70%. Namun, di sini walaupun angka paling tinggi 70% dari organisasi bukan berarti lupa pada nilai-nilai akademik dan dalam organisasi tersebut bukan hanya berpartisipasi saja akan tetapai prosesnya dalam organisasi sehingga lahirlah generasi yang multi talenta. Fitriyah Ar, salah satu mahasiswi Tadris Matematika Malang dalam artikelnya yang diterbitkan oleh kompasiana.com mengatakan bahwa, Seorang mahasiswa bisa dikatakan mahasiswa yang sesungguhnya ketika dia mampu membawa perubahan di masyarakat karena sejatinya mahasiswa disebut sebagai “Agent of Change.” Seperti pepatah mengatakan bahwa, tidak ada seorang pilot yang hebat tanpa melalui badai. Begitupun dengan mahasiswa, tidak ada mahasiswa yang hebat tanpa melalui organisasi.

Pada dasarnya bergabung dengan organisasi itu wajib bagi orang-orang yang ingin menjadi orang sukses dan ingin menjadi orang yang ingin mempunyai talenta yang dapat menjadikan dirinya lebih baik dan produktif. Ketika kita masuk pada organisasi akan bertemu dengan orang-orang yang mempunyai banyak bakat dan skill yang belum kita miliki. Di sini kita bisa menjadi bagian dari mereka melalui program-program yang dijalankan. Sebagai orang baru dalam organisasi dituntut untuk saling mengenal baik yang sama-sama junior ataupun senior guna untuk saling berbagi pengetahuan antar sesama.

Saya pribadi memang sejak ada di pesantren aktif di berbagai organisasi, karena dengan berorganisasi akan jauh beda daripada orang yang tidak berorganisasi. Dalam organisasi dituntut untuk tidak hanya diam begitu saja dan menjadi penonton setia, di sini diwajibkan untuk cakap berbicara, mempelajari segala macam pengetahuan yang sudah ditetapkan dan mengikuti semua program yang dijalankan. Sesudah itu keberhasilan akan jelas pada diri kita dari sebelum partisipasi dalam organisasi.

Selama 6 tahun di pondok pesantren saya sudah mulai aktif di organisasi bahasa asing, di sanalah saya di didik sampai menjadi pengurus harian selama 6 tahun bahkan dalam perjalanan kepengurusan beberapa organisasi memberi kepercayaan untuk menjadi pengurus sehingga dalam kurun waktu 6 tahun merangkul empat organisasi besar. Dari sinilah banyak hal yang didapatkan dari pada belajar di sekolah. Bahkan sampai sekarang apa yang telah dilakukan di organisasi tersebut terus melekat bahkan terus mengembang. Dulu tidak kenal komputer dan programnya, akan tetapi ketika masuk organisasi alhamdulillah dapat menguasainya walapun tidak master bahkan kepenulisan juga didapatkan dari organisasi saat ada di pesantren.

Semangat organisi terus berlanjut sampai masuk ke perguruan tinggi. Di perguruan ini banyak hal yang didapatkan dari organisasi, mulai dari mampu berbicara dengan orang laian, saling kenal dengan antar sesama yang tidak hanya teman kelas saja akan tetapi dari semua jurusan yang ada di perguruan tinggi. Selain itu juga mendapatkan banyak motivasi dan inspirasi dalam membangkitkan energi diri. Dr. H. Muhammad Hasan, S.Ag, berpendapat dalam bulletin Mitra edisi Juni 2018. Ormawa adalah tempat untuk berproses. Melatih diri, belajar menjadi pemimpin, memilih organisasi dan sambil ia belajar tetapi bermakna bagi lembaga. Maka dari itu di sini organisasi mahasiswa menjadi wadah untuk bagi mahasiswa dalam melatih dirinya untuk menjadi lebih bahkan menjadi seorang leadership yang terbaik.

Dari beberapa persoalan organisasi meninjau dampak positifnya jebolan generasi berorganisasi akan lahir generasi multi fungsi di tengah-tengah masyarakat luas sehingga masyarakat percaya dengan keberhasilannya tidak hanya sarjana akan tetepi bukti nyata kepada msayarakat luas. Ketika membaca buku Berburu Honor dengan Artikel karya Supadianto seorang dosen dan mantan jurnalis yang buku-bukunya tersebar luas, ia mengatakan bahwa kesuksesan yang diraihnya karena aktif di organisasi termasuk organisasi  lembaga pers mahasiswa yang ada di kampusnya. Disinilah menunjukan bahwa dengan berorganisasi akan terlahir menjadi orang yang mempunyai keunggulan dalam bidang tertentu bahkan menjadi orang yang serba bisa.

Selain itu, Tendi Murti seorang peulis buku best seller ia naik daun karena ia mendirikan organisasi melalui media online BBM yang dulu kala anggotanya hanya tinggal 30 orang, namun seiring berjalannya waktu organisasi kepenulisan tersebut semakin naik daun sehingga sampai saat ini mampu melahirkan ribuan penulis produktif dan menciptkan media cipta buku yang diberi nama ketix.

Sudah jelas sekali bahwa berorganisasi akan membantu bahkan merubah diri seseorang yang sebelumnya biasa-biasa saja ketika sudah ada di organisasi bahkan keluar dari organisasi menjadi orang luar biasa. Ia mampu merubah alam sekitarnya menjadi lebih baik dan menjadi teladan bagi generasi selanjutnya. Tentu dari sekian orang yang disebutkan di atas masih banyak orang yang sukses yang lahir dari organisasi. Maka dari itu berorganisasilah selama kita diberi nikmat sehat oleh Allah SWT.

Ketika sudah keluar dari tempat menimba ilmu jangan pernah sampai menyalahkan lembaga atau perguruan yang sudah dijadikan tempat mencari ilmu pengetahuan jika pada ahirnya tidak membawa keberhasilan. Maka perlu intropeksi diri, apa yang dilakukan saat kuliah berlangsung. Merry Riana mengatakan bahwa kuliah bukan jaminan untuk masa depan akan tetapi persiapan masa depan. Artinya ketika kita tidak berproses hanya saja masuk kelas dan keluar kelas langsung pulang, lalu apa yang menjadi persiapan di masa yang akan datang. Maka dari itu tinggalkan kebiasaan dilema terhadap organisasi, jangan selalu menganggap bahwa organisasi akan mengganggu terhadap kefokusan proses kuliah, pada dasarnya jika pandai-pandai mengatur waktu maka tidak mungkin akan terjadi.

Tinggalkan motivasi-motivasi bodoh dari orang-orang yang selalu memberikan jalan buruk dalam meraih kesuksesan yang gemilang. Terkadang ada kata-kata, kalau kuliah jangan sampai ikut organisasi maka nilai akademiknya akan terancam. Pada dasarnya belum tentu nilai akademik tersebut menjadi rendah. Bukankah hasil itu diraih oleh yang berproses tinggi semangat dan tidak pernah pantang mundur dari segala hal yang merintangi. Terkadang walaupun tidak ikut organisasi nilainya tetap terancam bahkan orang-orang yang berorganisasi nilainya lebih tinggi daripada mereka yang tidak berorganisasi. 

Ust. Dr. Miftahur Rahman El-Banjary, MA mengatakan dalam bukunya Energi Sukses, “Lingkungan bisa mengubah karakter dirimu menjadi apa saja sesuai dengan pengaruh sekitarnya, demikianlah menurut teori behavioral dalam ilmu psikologi belajar.”
Berorganisasi itu sangat penting sekali bagi siapapun yang mau menjadi orang sukses, punya keterampilan dan talenta yang sebelumnya tidak pernah dimiliki. Dengan berorganisasi akan mendapatkan beragam ilmu pengetahuan, jaringan teman-teman yang berbeda-beda pengetahuan dengan tujuan yang sama. Keberhasilan seseorang diluar dugaan dirinya merupakan sebagian besar didapatkan dari proses organisasi yang penah menjadi tempat berproses. Maka dari itu tidak perlu untuk dilema berorganisasi, jangan pernah mendengarkan motivasi-motivasi kurang bermakna positif yang akan menghalangi semangat berproses di organisasi.


Penulis : Moh Khozah

Bagikan Artikel Ini;

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive