Rumah Artikel di dirikan oleh Mas Aza praktisi Bisnis online yang merupakan YouTuber, Vtuber, Blogger, Programmer, Penulis Membacalan agar Anda menjadi orang sukses

Media Seputar Karya Fiksi dan Non Fiksi

Wednesday, March 25, 2020

Kuliah Sambil Bekerja Mencari Uang Menguntungkan



Lulus sekolah menengah ke atas ada banyak pilihan bagi para siswa-siswi dalam meregut masa depan sebelum menginjak masa dewasa. Melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, mencari pekerjaan, membangun keluarga baru, menjadi guru dan menjadi karyawan di beberapa koperasi dan pertokoan bahkan parahnya lagi menjadi pengangguran tanpa mempunyai aktivitas yang jelas dan aktif nongkrong di pinggir jalan. Sebaiknya masa remaja itu digunakan dengan banyak belajar, mengejar pendidikan yang tinggi, merebut prestasi-prestasi yang membawa sukses di kemudian hari. Jangan terburu-buru kawin dini, karena masa perjodohan belum saatnya bagi para generasi bangsa. Di masa kini remaja mulai ada perkembangan dan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan. Sebagian besar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga setiap tahunnya calon mahasiswa baru semakin bertambah. Tidak hanya itu perkawinan dini terus menerus berjalan sesaui adat yang berlaku di daerahnya masing-masing, kadang pula karena kemauan orang tua, kadang pula antara ke dua jenis sama-sama setuju dalam membangun keluarga barau. Selain itu para remaja yang lulus sekolah putus pendidikan karena tidak adanya uang untuk biaya kuliah, padahal tidak adanya uang bukan alasan tidak melanjutkan pendidikan karena sudah banyak terbukti mahasiswa berbekal kemampuan dan keterampilan sehingga ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan nilai yang memuaskan.
Lantas bagaimana kalau kuliah sambil bekerja. Apakah akan menggangu terhadap kegiatan kuliah dan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Tentu masalah ini tergantung pada dirinya sendiri dalam mengatur waktu antara jam kuliah dan jam kerja serta jam belajar. Kuliah sambil bekerja itu merupakan aktivitas yang sangat bagus sekali dalam mengisi kekosongan waktu jam kuliah. Kuliah mendapatkan ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas dan bekerja akan mendapatkan uang sekaligus mengiringi karir langkah perjalanan menjadi mahasiswa sebelum profesi mengejarnya. Profesi akan disesuaikan dengan ilmu pengetahuan yang dimliki, apabila ilmunya luar biasa maka karirnya juga luar biasa, apabila ilmu pengetahuannya rendah maka karirnya juga rendah.  Sering sekali ada bantahan, karir itu bukan diukur oleh ilmunya yang luas dan perguruan yang tinggi. Banyak di ujung sana-sini lusan SD dapat karir yang serata dengan sarjana, bahkan sebaliknya sarjana sibuk mencari karirnya ke sana sini.
Di era persaingan yang sangat ketat ini dengan banyaknya generasi yang multi fungsi dan sedikitnya lahan pekerjaan untuk kalangan sarjana, kita harus lebih hebat dari pada meraka dalam ilmu pengetahuan, wawasan, profesi dan lain sebagainya. Jika kita hanya mengandalkan kuliah tanpa sambil lalu melakukan aktivitas sampingan  akan berdampak buruk di kemudian hari. Menimalnya ikut organisasi kampus dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen dengan baik sehingga hasilnya nanti dapat membawa diri kita menjadi orang yang multi fungsi. Jangan menitipkan tugas kepada teman-temanya walaupun seorang teman tidak menuntut untukbekerja sama dalam menyelesaikan tugas makalah. Apalagi tidak pernah membaca buku mata kuliah bahkan semuanya bergantung pada teman-temannya tidak mau berusaha sendiri, walaupun nanti sarjana tidak akan sesuai dengan harapan karena sudah tidak mempunyai ilmu pengethaun yang sudah diberikan oleh dosen pengampu. Kesusksesan akan didapat oleh orang yang berproses sungguh-sungguh dan itupun harus melakuakan banyak perjuangan dalam menyelesaikan satu tugas dengan tugas yang lain. Walaupun mulai dari sekarang tidak tentu nanti mau jadi apa yang penting kita berproses sesuia keinginan. Barangkali nanti akan menjadi orang sukses sesuai keinginan.
Banyak Mahasiswa sukses sebelum menjadi sarjana, baik mereka sukses sebagai pembisnis, penulis artikel, menjadi guru, pegawai, menbangun usaha sendiri dan lain sebagainya. Jika menunggu waktu sarjana untuk mencari profesi tanpa melakukan kegiatan-kegiatan sebelumnya akan berdampak buruk keterlambatan profesi. Kalau sesudah kuliah langsung mendapatkan pekerjaan sungguh sangat bagus sekali, namun apabila sesudah menjadi sarjana tidak langsung mendapatkan pekerjaan sangat memperhatinkan sehingga harus ke sana sini mencari pekerjaan. Capek  sekali jika harus ke sana sini mencari pekerjaan membawa berkas ke perusahaan, lembaga-lembaga pendidkan itupun belum tentu diterima, kalau langsung diterima ya kita harus banyak bersyukur jika tidak maka jangan putus asa, karena putus asa itu akan mengakibatkan musibah besar dalam mengharapkan karir sesuai jurusan yang dipilih. Walaupun tidak sesuai dengan jurusan yang dipilih maka tetap disyukuri barang kali di kemudian hari berujung pada jurusan yang dipilih. Mencari profesi pekerjaan sama dengan proses masuk kuliah, melengkapi segala kebutuhan  baik mulai dari berkas, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Kalau bukan hasil dari kegiatan waktu kuliah kemampuan apa yang akan diandalkan, belajar tidak mau belajar, berusaha tidak mau berusaha, maunya hanya bersenang-senang saja ke sana ke sini dengan gaya kerennya.
Jadi sebelum sarjana mulailah bekerja. Baik itu pekerjaan yang kecil seperti halnya menjual pulsa, menerima jasa pengetikan makalah, menjadi guru private, menulis artikel, menjadi karyawan toko , menjadi fotografer, bengkel sepeda motor bahkan menembel ban sekalipun menjadi pekerjaan sampingan. Rasa gengsi itu jangan dibairkan mendekam dalam jiwa  sebelum menjadi sarjana. Takutnya nanti ketika sudah lulus kuliah tidak langsung mendapatkan pekerjaan sesuai jurusan yang dipilih. Kembangkan kemampuan yang dimiliki, jangan dibiarkan menganggur sampau puluhan tahun bahkan tidak dipakai sama sekali. Tidak menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki sama halnya pohon tidak berbuah.
Kisah inspiratif untuk kita semua dalam berjuang di pendidikan, Supadiyanto merupakan mahasiswa sukses  dengan ekonomi yang sangat minim, dalam bukunya Berburu Honor dengan Artikel menceritakan ia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Negeri Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga dengan hasil keringatnya sendiri sebagai penulis artikel dan pewarta. Dari hasil menulis ia berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai semua kebutuhan hidupnya terpenuhi termasuk kebutuhan perkawinannya.

Penulis : Moh Khozah



Bagikan Artikel Ini;

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive