Rumah Artikel di dirikan oleh Mas Aza praktisi Bisnis online yang merupakan YouTuber, Vtuber, Blogger, Programmer, Penulis Membacalan agar Anda menjadi orang sukses

Media Seputar Karya Fiksi dan Non Fiksi

Qout Radar Menulis Kita

Klik Gambar Untuk Mengunjungi

Di Ujung Mawaddah

Buku Novel, Klik baca selengkpanya

Kegiatan Fradiksi IAIN Madura

Klik dan baca selengkpanya

Di Langit Biru Pulau Madura

Buku Novel, klik gambar selengkpanya

Ritual Menjadi Orang Sukses

Buku Motivasi, klik gambar selengkapnya

Monday, March 30, 2020

Buat Blog Sendiri, Publikasikan Tulisan Terbaiknya



Di rumah saja, daripada di rumah tidak punya kerjaan sebaiknya diisi dengan aktivitas masa-masa indah bersama teman sekolah, teman kampus, teman kerja yang sedang isolasi diri di rumah.

Tulislah momentum yang paling menyenangkan ketika masih duduk bersama, bercanda ria, tukar pendapat, saling memberikan jajan, saling berbagi rokok, saling lupa membuat tugas kampus dan apa saja deh yang penting bisa di baca. Bisa juga sih tulisan yang lucu-lucu, mengesankan dan menyedihkan.

Selanjutnya, buatlah blog. Karena blog ini gratis tanpa bayar. Namun, banyak pembaca masih beranggapan bahwa artikel semacam blogspot kurang bagus untuk dikonsumsi. Namun, jangan khawatir semua tulisan itu bagus. Belum tentu artikel yang ada di blog berbayar lebih baik isinya daripada blog gratis.

Eh.... Kamu perlu tahu sekarang, bahwa blogspot dapat mendatangkan uang. Tinggal aktif menulis, lalu terbitkan di blognya sendiri sebanyak-banyaknya baru kemudian daftarkan ke Adsense. Caranya sangat mudah sekali tinggal nonton di YouTube mengikuti link berikut ini.....https://youtu.be/M_46KOjSx40

Nah setelah itu, diterima oleh Adsense semangat menulis, review semua buku. Dapatkan penghasilannya setiap bulan. Berbagai itu pekerjaan yang baik dan diam diri tanpa pekerjaan itu kurang baik.

Selama libur akibat covid-19 ini, gunakan untuk beraktivitas di rumah dan jadikan waktu-waktu ini untuk mengolah ilmu pengetahuan yang telah di dapatkan dari kampus, dari sekolah, pesantren dan dari hasil ikut workshop dan seminar serta lainnya.




Bagikan Artikel Ini;

Pentingnya Peran dan Fungsi Bimbingan dan Konseling di Lembaga Pendidikan





Dalam mewujudkan peserta didik yang berpotensi luas dan prilaku sopan santun, penerapan peran dan fungsi bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan yang sudah berkembang pesat dan berdirinya sudah meluas yang tidak hanya di perkotaan akan tetapi di desa terpencil sudah berdiri lembaga-lembaga pendidikan formal dengan tujuan menghasilkan peserta didik yang unggul dan berakhlak mulia.

Tugas guru bimbingan dan konseling selain mampu menyelesaikan masalah-masalah peserta didik di tempat ia bertugas, juga dituntut untuk bisa mengaplikasikan tugasnya yang ada di lembaga pendidikan sesuai kebutuhan peserta didik. Guru bimbingan dan konseling tidak dituntut bahkan bertugas menakut-nakuti peserta didik dalam memecahkan masalahnya. Ketika ada peserta didik yang bermasalah, guru BK di tuntut untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan profesi kode etik guru BK yang sudah dipelajari di perguruan tinggi.

Terlebih saat ini, waktu ke waktu terus gelobal mengikuti arus zaman yang terus di gandrungi dengan hal-hal terbaru dan mau tidak mau harus diikuti bahkan menjadi hal yang wajib bagi generasi muda dan masyarakat umum. Dalam konteks ini, calon guru bimbingan dan konseling yang masih proses belajar di perguruan tinggi sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang bimbingan dan konseling  yang cukup mendukung terhadap kebutuhan-kebutuhan pada saat ia nanti menjadi guru bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan formal.

Bila lembaga pendidikan formal sudah menerapkan fungsi bimbingan dan konseling secara prosedural dan sesuai kode etik guru bimbingan dan konseling, maka keberhasilan sekolah akan jelas pada alumni-alumninya di mana mereka akan mempunyai pengetahuan melaui program-program bimbingan dan konseling yang di berlakukannya.

Seperti program-program bimbingan dan konseling antara lain, pelayanan dasar, pelayanan responsip, pelayanan perencanaan indivdual, dukungan sistem. Selain itu, jenis layanan konseling di sekolah seperti layanan BK pribadi sosial, bidang bimbingan belajar, bidang pengembangan karier dan lain sebaginya.

Tidak relevan lagi, guru bimbingan dan konseling di sekolah bertindak menyelesaikan masalah dengan nada yang keras dan menyikapi dengan emosional serta menindak dengan kekerasan yang sifatnya tidak sama sekali mendidik atau tidak bisa merubah prilaku peserta didik secara baik dan benar. Memang faktanya, guru bimbingan dan konseling di sekolah sangat disegani oleh peserta didik dengan ulah tidandaknnya. Tapi, sebaiknya prilaku demikian diganti dengan peningkatan mindset melalui program-program bimbingan konseling dan melakukan konseling yang baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku. Seperti menggunakan teknik antara lain, pendekatan behavioral, pendekatan RET, pendekatan gestalt, pendekatan realitas, pendekatan client-centered.

Dari sekian teknik bimbingan dan konseling peserta didik, bila ditekuni dan diterapkan secara baik dan benar, maka tidak akan mustahil gagal dalam menyelesaikan masasalah peserta didik. Karena, dalam proses konseling peserta didik bermasalah harus menggunakan teknik-teknik konseling yang mana dalam hal tersebut terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan oleh guru bimbingan dan konseling, mulai dari masalah kecil sampai masalah yang besar sudah tersedia teknik yang ampuh dalam menyelesaikan masalahnya.

Jadi, peran dan fungsi bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan sangat penting sekali dalam mewujudkan peserta didik yang berkualitas yang nanti menjadi harapan bangsa. Sudah banyak lembaga pendidikan formal terlebih sekolah negeri, menerapkan fungsi bimbingan dan konseling sebagaimana msestinya sehingga lulusannya mampu bersaing dengan sekolah lain.

Penulis : Moh Khozah
Bagikan Artikel Ini;

Mahasiswa Sukses Karena Organisasi atau Dilema Organisasi



Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas selama mata kuliah berlangsung dengan durasi waktu yang sudah ditentukan oleh akdemik. Di sana selama belajar belum tentu 100% mendapatkan ilmu yang disampaikan dari dosen atau dari presenter yang mempunyai tugas untuk menyampaikan materi mata kuliah. Walaupun demikian dari setiap mata kuliah berlangsung ada kesempatan diskusi tidak semua mahasiswa dapat berpartisipasi menyampaikan suaranya dan gagasan yang dimiliki karena faktor waktu yang terus membuntuti berlangsungnya presentasi dan penyampaian dari dosen pengampu mata kuliah.

Selain tidak punya kesempatan bertanya dan menyampaikan gagasannya serta tidak dapat berdiskusi dengan puas lalu apa yang mau didapatkan dari belajar di bangku kuliah mengingat fakta yang ada demikian. Terkadang ketika salah satu dari kita mahasiswa menyampaikan pendapatnya secara kritis dengan argumentasi berdasarkan analisis dari buku dan survie lapangan divonis sebagai aktivis yang menunjukkan ingin menjatuhkan salah satu orang tertentu, padahal kenyataanya pandangan seperti itu hanya orang yang tidak suka dengan gagasan yang berbau rumit yang pengetahuannya sangat terbatas.

Masyarakat sudah menganggap bahwa lahirnya seorang sarjana akan membawa perubahan tatanan sosial yang lebih baik, oleh karena itu untuk mempersiapkan hadir ke medan yang harus ditempuh harus mempunyai banyak keilmuan sehingga masyarakat yang sudah percaya tidak akan kecewa. Maka dari itu di sini setiap mahasiswa untuk tidak dilema dalam organisasi yang ada di lingkungan kampus atau di luar kampus.

Abd Ghafur salah satu senioritas LPM Activita pernah berkata pada kajian Motivasi yang dilaksanakan oleh Fradiksi IAIN Madura, bahwa 30% ilmu didapatkan dari proses kuliah di kelas dan 70% ilmu itu didapatkan dari organisasi. Jadi ketika melihat angka dari 30% lawan 70% lebih kuat angka 70%. Namun, di sini walaupun angka paling tinggi 70% dari organisasi bukan berarti lupa pada nilai-nilai akademik dan dalam organisasi tersebut bukan hanya berpartisipasi saja akan tetapai prosesnya dalam organisasi sehingga lahirlah generasi yang multi talenta. Fitriyah Ar, salah satu mahasiswi Tadris Matematika Malang dalam artikelnya yang diterbitkan oleh kompasiana.com mengatakan bahwa, Seorang mahasiswa bisa dikatakan mahasiswa yang sesungguhnya ketika dia mampu membawa perubahan di masyarakat karena sejatinya mahasiswa disebut sebagai “Agent of Change.” Seperti pepatah mengatakan bahwa, tidak ada seorang pilot yang hebat tanpa melalui badai. Begitupun dengan mahasiswa, tidak ada mahasiswa yang hebat tanpa melalui organisasi.

Pada dasarnya bergabung dengan organisasi itu wajib bagi orang-orang yang ingin menjadi orang sukses dan ingin menjadi orang yang ingin mempunyai talenta yang dapat menjadikan dirinya lebih baik dan produktif. Ketika kita masuk pada organisasi akan bertemu dengan orang-orang yang mempunyai banyak bakat dan skill yang belum kita miliki. Di sini kita bisa menjadi bagian dari mereka melalui program-program yang dijalankan. Sebagai orang baru dalam organisasi dituntut untuk saling mengenal baik yang sama-sama junior ataupun senior guna untuk saling berbagi pengetahuan antar sesama.

Saya pribadi memang sejak ada di pesantren aktif di berbagai organisasi, karena dengan berorganisasi akan jauh beda daripada orang yang tidak berorganisasi. Dalam organisasi dituntut untuk tidak hanya diam begitu saja dan menjadi penonton setia, di sini diwajibkan untuk cakap berbicara, mempelajari segala macam pengetahuan yang sudah ditetapkan dan mengikuti semua program yang dijalankan. Sesudah itu keberhasilan akan jelas pada diri kita dari sebelum partisipasi dalam organisasi.

Selama 6 tahun di pondok pesantren saya sudah mulai aktif di organisasi bahasa asing, di sanalah saya di didik sampai menjadi pengurus harian selama 6 tahun bahkan dalam perjalanan kepengurusan beberapa organisasi memberi kepercayaan untuk menjadi pengurus sehingga dalam kurun waktu 6 tahun merangkul empat organisasi besar. Dari sinilah banyak hal yang didapatkan dari pada belajar di sekolah. Bahkan sampai sekarang apa yang telah dilakukan di organisasi tersebut terus melekat bahkan terus mengembang. Dulu tidak kenal komputer dan programnya, akan tetapi ketika masuk organisasi alhamdulillah dapat menguasainya walapun tidak master bahkan kepenulisan juga didapatkan dari organisasi saat ada di pesantren.

Semangat organisi terus berlanjut sampai masuk ke perguruan tinggi. Di perguruan ini banyak hal yang didapatkan dari organisasi, mulai dari mampu berbicara dengan orang laian, saling kenal dengan antar sesama yang tidak hanya teman kelas saja akan tetapi dari semua jurusan yang ada di perguruan tinggi. Selain itu juga mendapatkan banyak motivasi dan inspirasi dalam membangkitkan energi diri. Dr. H. Muhammad Hasan, S.Ag, berpendapat dalam bulletin Mitra edisi Juni 2018. Ormawa adalah tempat untuk berproses. Melatih diri, belajar menjadi pemimpin, memilih organisasi dan sambil ia belajar tetapi bermakna bagi lembaga. Maka dari itu di sini organisasi mahasiswa menjadi wadah untuk bagi mahasiswa dalam melatih dirinya untuk menjadi lebih bahkan menjadi seorang leadership yang terbaik.

Dari beberapa persoalan organisasi meninjau dampak positifnya jebolan generasi berorganisasi akan lahir generasi multi fungsi di tengah-tengah masyarakat luas sehingga masyarakat percaya dengan keberhasilannya tidak hanya sarjana akan tetepi bukti nyata kepada msayarakat luas. Ketika membaca buku Berburu Honor dengan Artikel karya Supadianto seorang dosen dan mantan jurnalis yang buku-bukunya tersebar luas, ia mengatakan bahwa kesuksesan yang diraihnya karena aktif di organisasi termasuk organisasi  lembaga pers mahasiswa yang ada di kampusnya. Disinilah menunjukan bahwa dengan berorganisasi akan terlahir menjadi orang yang mempunyai keunggulan dalam bidang tertentu bahkan menjadi orang yang serba bisa.

Selain itu, Tendi Murti seorang peulis buku best seller ia naik daun karena ia mendirikan organisasi melalui media online BBM yang dulu kala anggotanya hanya tinggal 30 orang, namun seiring berjalannya waktu organisasi kepenulisan tersebut semakin naik daun sehingga sampai saat ini mampu melahirkan ribuan penulis produktif dan menciptkan media cipta buku yang diberi nama ketix.

Sudah jelas sekali bahwa berorganisasi akan membantu bahkan merubah diri seseorang yang sebelumnya biasa-biasa saja ketika sudah ada di organisasi bahkan keluar dari organisasi menjadi orang luar biasa. Ia mampu merubah alam sekitarnya menjadi lebih baik dan menjadi teladan bagi generasi selanjutnya. Tentu dari sekian orang yang disebutkan di atas masih banyak orang yang sukses yang lahir dari organisasi. Maka dari itu berorganisasilah selama kita diberi nikmat sehat oleh Allah SWT.

Ketika sudah keluar dari tempat menimba ilmu jangan pernah sampai menyalahkan lembaga atau perguruan yang sudah dijadikan tempat mencari ilmu pengetahuan jika pada ahirnya tidak membawa keberhasilan. Maka perlu intropeksi diri, apa yang dilakukan saat kuliah berlangsung. Merry Riana mengatakan bahwa kuliah bukan jaminan untuk masa depan akan tetapi persiapan masa depan. Artinya ketika kita tidak berproses hanya saja masuk kelas dan keluar kelas langsung pulang, lalu apa yang menjadi persiapan di masa yang akan datang. Maka dari itu tinggalkan kebiasaan dilema terhadap organisasi, jangan selalu menganggap bahwa organisasi akan mengganggu terhadap kefokusan proses kuliah, pada dasarnya jika pandai-pandai mengatur waktu maka tidak mungkin akan terjadi.

Tinggalkan motivasi-motivasi bodoh dari orang-orang yang selalu memberikan jalan buruk dalam meraih kesuksesan yang gemilang. Terkadang ada kata-kata, kalau kuliah jangan sampai ikut organisasi maka nilai akademiknya akan terancam. Pada dasarnya belum tentu nilai akademik tersebut menjadi rendah. Bukankah hasil itu diraih oleh yang berproses tinggi semangat dan tidak pernah pantang mundur dari segala hal yang merintangi. Terkadang walaupun tidak ikut organisasi nilainya tetap terancam bahkan orang-orang yang berorganisasi nilainya lebih tinggi daripada mereka yang tidak berorganisasi. 

Ust. Dr. Miftahur Rahman El-Banjary, MA mengatakan dalam bukunya Energi Sukses, “Lingkungan bisa mengubah karakter dirimu menjadi apa saja sesuai dengan pengaruh sekitarnya, demikianlah menurut teori behavioral dalam ilmu psikologi belajar.”
Berorganisasi itu sangat penting sekali bagi siapapun yang mau menjadi orang sukses, punya keterampilan dan talenta yang sebelumnya tidak pernah dimiliki. Dengan berorganisasi akan mendapatkan beragam ilmu pengetahuan, jaringan teman-teman yang berbeda-beda pengetahuan dengan tujuan yang sama. Keberhasilan seseorang diluar dugaan dirinya merupakan sebagian besar didapatkan dari proses organisasi yang penah menjadi tempat berproses. Maka dari itu tidak perlu untuk dilema berorganisasi, jangan pernah mendengarkan motivasi-motivasi kurang bermakna positif yang akan menghalangi semangat berproses di organisasi.


Penulis : Moh Khozah

Bagikan Artikel Ini;

Sunday, March 29, 2020

Mengembangkan Ide Tulisan



Sesudah menemukan idenya dari kegelisahan sebelumnya maka berikutnya adalah mengembangkan ide tulisan yang sebelumnya dikejar. Misalkan, saya menulis naskah ini bukan karena langsung muncul begitu saja namun karena kegelisahan saya untuk menyelesaikan tugas KMO yang sangat memberatkan, waktunya singkat tugasnya selangit. Namun hal ini sangat cocok bagi saya dalam belajar cepat dan giat menulis. Sebenarnya biasa-biasa saja. Cuman di sini saya mempunyai kesibukan yang sangat luar biasa. Pasalnya sekarang ini musim kerja akhir tahun di mana sekolah menyelenggarakan UNBK dan saya sebagai proktor dan teknisi tentu pekerjaannya banyak dan memakan banyak waktu sehingga proses penciptaan tulisan harus mengambil waktu istirahat di mana waktu istirahat ini merupakan waktu untuk menjaga kesehatan diri. Selain itu  lomba akhir madrasah sekaligus saya sebagai ketua panitia dan ditambah lagi saya sebagai mahasiswa aktif di IAIN Madura ditambah lagi dengan kegiatan yang tidak terhitungkan jumlahnya. Saat ini juga menghadapi ujian tengah semester di mana banyak tugas yang diberikan oleh dosen. Ditambah lagi dengan kegiatan kajian-kajian yang harus dijalankan. Ya begitulah kira-kira perjalanan penulisan tugas KMO Batch 16 ini. 
Mungkin Anda sebagai pembaca ini tidak terasa bahwa peryataan saya diatas itu merupakan pengembangan ide yang saya temui melalui kegelisahan yang saya ketahui. Menggali ide itu mudah asalkan dapat mengingat apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Apabila menggali ide dari orang lain tentu harus mendekati orang tersebut dan sering-sering berdiskusi dengan apa yang terjadi pada orang lain.
Misalkan, Fira sebagai penulis yang membutuhkan ide dari orang lain sebagai tokoh dalam penulisan cerita. Kebetulan Rita sebagai temannya mempunyai masalah yang sedang dialami. Anggap saja masalahnya terkait pacarnya yang selingkuh. Tentu dari masalah Rita ini banyak temuan ide yang didapatkan oleh si Fira. Karena Fira merupakan teman dekat yang menjadi teman curhat saat dirinya mempunyai masalah. Dari apa yang disampaikan oleh Rita, Fira mempunyai kesempatan menuliskan kegelisahan Rita untuk dijadikan bahan tulisan. Ambillah positifnya saja agar pembaca bukunya dapat mengambil hikmah dari apa yang terjadi pada diri Rita. Misalnya, kalau pacaran itu berat sekali cobaannya, langkahnya terbatas, kalau terpeleset si cowok marah-marah dan akhirnya putus. Waktunya hangus karena selalu rindu dan dirindukan kalau tidak dapat memenuhi kerinduannya maka fikirannya pusing ke mana-mana. Nah sudah ditemukan dampaknya pacaran itu kan, sehingga pembacanya tidak mau pacaran. Kalau demikian betapa besar dirimu yang telah berhasil menarik perhatian pembaca untuk tidak melakukan pacaran yang sangat dilarang dalam haukum Islam. Betapa luar biasanya kamu mampu mmeberikan yang terbaik kepada orang lain sehingga mereka terselamatkan dari lembah hitam dan mereka dapat beraktivitas mengejar masa depan yang indah.
Kembangkan ide mu sebaik mungkin agar apa yang kamu buat tidak tersia-sia dan pihak pembaca mendapatkan keuntungan motivasi yang menjadikan dirinya hidup lebih baik dari pada sebelumnya. Kita mampu mengembangkan ide bukan untuk membuat kejelekan yang merugikan orang lain. Jadikan kemampuan menulisnya sebagai jalan untuk berbuat baik terhadap orang lain biar hidupnya barokah, tulisannya bermanfaat kepada dirinya sendiri dan orang lain.

Penulis : Moh Khozah
Editor : Tim Rumah Artikel

Bagikan Artikel Ini;

Membongkar Ide Menulis




Banyak keluh kesah dari para penulis pemula. Mau mulai dari mana kita akan menulis. Bingung mau menulis apa. Ide datang begitu saja tanpa diminta dan diundang. Terkadang ketika ide datang hilang begitu saja tanpa jejak bahkan tidak ada ide sama sekali datang pada saat dibutuhkan.
Bagaimanakah untuk membongkar ide itu? Ide merupakan dari sebuah kegelisahan setiap orang. Ketika orang gelisah maka otomatis muncul banyak ide yang datang memenuhi jiwanya. Jika seseorang tidak pernah gelisah maka sulit untuk mendapatkan ide.
Misalnya gelisah terkait hubungan cinta bersama lawan jenisnya, saat gelisah datang maka otomatis banyak rencana yang tertuang dalam pikiran penulis, baik mau mempersatukan cintanya, mau membatalkan hubungannya. Kegelisahan merupakan topeng untuk memunculkan sebuah ide. Bohong jika kita tidak mempunyai kegelisahan karena setiap manusia pasti mempunyai rencana dan ingin terus melangkah.
Dari atas sudah disampaikan bahwa ide itu muncul dari kegelisahan seseorang namun di sini bagaimana untuk mencari kegelisahan tersebut jika tidak bisa gelisah. Maka kita itu harus mencari apa yang pernah terjadi kepada diri kita selama hidup sehingga membuat diri kita gagal ataupun sukses. Di antara kegagalan dan kesuksesan pasti ada hal yang menarik untuk dibahas dikaji, kenapa kita itu gagal dan kenapa kita itu sukses pasti ada alurnya yang menyebabkan hal itu terjadi. Contoh lain ketika kita putus hubungan dengan orang lain anggap kita ini baru putus hubungan, dari itu kita gali bagaimana hubungan itu putus, entah karena salah paham antar kedua pihak atau karena ada unsur lain. Jadi galilah itu maka kita akan mendapatkan banyak ide untuk menulis.
Membayangkan kenapa para penulis hebat itu buku-bukunya best seller, kalau demikian pasti kita gelisah. Kok bisa best seller, ketika sudah demikian pasti ingin mencari tahu bagaimana cara mereka menjadikan bukunya menjadi best seller. Apa isi buku tersebut.
Kita bisa menggali apa yang telah terjadi pada diri kita selama hidup. Ya sebatas mengingat sajalah dari pada tidak punya ide sama sekali mungkin ini menjadikan banyak ide yang muncul sehingga ide menulis berlangsung dengan lancar tanpa ada kendala apapun.
Ketahuilah apa yang ada di depanmu dan dibelakang jika sudah mengetahui pasti akan muncul suatu hal yang sangat menarik bukankah sebuah ide yang datang tanpa bingung mencarinya?.
Alhasil penulisan buku ini semata-mata karena kegelisahan penulis, sebab banyak teman-teman yang bertanya-tanya di media sosial facebook dan whatsaap. Selain di media sosial di forum kepenulisan yang saya bimbing juga bertanya-tanya bagaimana caranya untuk mendapatkan ide menulis.

Penulis : Moh Khozah
Editor : Tim Rumah Artikel



Bagikan Artikel Ini;

Saturday, March 28, 2020

BK Karir Sebagai Solusi Mempersiapkan Peserta Didik Menghindari Pengangguran





Seiring perkembangan zaman dan daya saing yang sangat ketat dan globalisasi yang terus hadir membuat semua orang harus punya kompetensi keilmuan dan keahlian. Oleh karena itu peran bimbingan konseling karir sangat penting sekali diterapkan di lembaga pendidikan guna untuk membantu peserta didik mempersiapkan dirinya terjun ke masyarakat saat ia lulus dari tempat belajarnya.

Guru bimbingan konseling (BK) tidak hanya mampu menyelesaikan masalah peserta didik di tempat ia bertugas atau mengabdi, akan tetapi punya tanggung jawab penuh bagaimana menciptakan peserta didik mempunyai kemampuan dan keterampilan-keterampilan wirausaha yang mendukung terhadap mindset peserta didik melalui bimbingan karir.

Apalagi saat ini, peluang pekerjaan tersebar luas melalui media online dengan beragam pekerjaan dan syarat ketentuan yang berbeda-beda, sehingga ketika bimbingan karir berlangsung di lembaga pendidikan memberikan materi pekerjaan yang pas atau yang dapat dijadikan bahan evaluasi diri kepada peserta didik dalam mempersiapkan pada kehidupan selanjutnya. Sehingga tidak terindikasi dengan kelompok pengangguran yang terus meningkat setiap tahun.

Sebab setiap peserta didik mempunyai kemauan tersendiri dalam menentukan masa depannya, mungkin diantara program-program bimbingan karier yang diberikan di lembaga pendidikan peserta didiknya tertarik seperti pemilihan jurusan di perguruan tinggi entah mereka mau berkarir di kedinasan, wirausaha, dan lain sebagainya. Tentu dengan adanya kegiatan program bimbingan konseling karier peserta didik tidak perlu khawatir apa yang mau dilakukan setelah lulusan dari pendidikannya.

Setiap tahun jumlah pengangguran terus meningkat dan sulit untuk menguranginya. Kecuali setiap lembaga pendidikan memberikan bimbingan karir kepada peserta didiknya, menimalnya kurang dari angka yang terus menjulang. Setidaknya mereka mempunyai aktivitas yang tidak merugikan terhadap dirinya, menghabiskan waktunya tanpa aktivitas jelas.

Berdasarkan hasil wawancara penulis di lapangan, peserta didik tersebut lulusan tahun pelajaran 2018-2019 di salah satu lembaga pendidikan swasta di kabupaten Pamekasan. Ia mengakui bahwa dirinya bingung harus melangkah ke mana, pasalnya dia ingin punya pekerjaan tetap agar tidak lagi meminta kepada orangtuanya.

Dari sini menunjukkan bahwa, lembaga pendidikan tidak hanya memberikan pelajaran-pelajaran sekolah akan tetapi juga memberlakukan atau merealisasikan program-program bimbingan konseling khususnya bimbingan karier dan umumnya semua program-program bimbingan dan konseling.



Bagikan Artikel Ini;

Rintihan Anak Desa



Tidak pernah tahu namanya hiburan
Karena jauh dari keramaian
Hidup di desa terpencil 
Suka dan duka selalu hadir

Mendung air mata mengalir
Saat tengah tiada uang mengalir
Bercocok tanam sebidang tanah
Dihargai sedemikian rupa 

Berjuang dengan penuh harapan
Ditindas saat meraih keuntungan
Aspirasinya tidak di dengarkan 
Tanpa peduli siapa yang minta pertolongan

Kasihanilah anak desa
Jangan selalu teteskan air matanya
Buatlah mereka tersenyum dan bahagia
Mereka itu mau hidup seperti kalian di kota.

Pamekasan, 16 Juli 2019.

Penulis : ZaWriter
Editor : Tim Rumah Artikel

Bagikan Artikel Ini;

Persiapan Sebelum Menulis




Banyak penulis tidak mempersiapkan bahan dalam menciptakan karya tulis, seolah-olah dirinya sudah mempunyai banyak bendahara kata dan mempunyai banyak pengalaman. Kebanyakan juga ketika ide muncul pada dirinya ia menulisnya sehingga ketika sampai pada pertengahan tidak tahu mau melangkah kemana sehingga berhentilah menulis. Ketika berhenti menulis tulisan yang ditulis bingung mau dilanjutkan atau tidak, sehingga muncullah ide baru kemudian menulis lagi sesuai ide yang datang pada dirinya. Menciptakan karya tulis tidak cukup hanya ketika datang ide saja. Memang benar kata-kata sering muncul dari para penulis senior kalau ada ide tulislah jangan sampai kabur sehingga tidak bisa mengejarnya lagi. Akan tetepi, kemungkinan hanya pengumpulan data saja untuk dirangkai pada penciptaan karya tulis yang serius natinya. Jika ide itu muncul dan dijadikan sebuah karya tulis yang serius otomatis ketika dipertengahan tulisan akan merasakan kebingungan karena munculnya ide itu sangat terbatas.
Lalu bagaimanakah seorang penulis itu? Seorang penulis harus punya persiapan yang matang dalam menciptakan karya tulis. Guna untuk menyelesaikan naskah yang sangat diimpikan menjadi karya tulis yang baik. Semua hal yang berkaitan dengan penciptaan harus mempunyai persiapan terlebih dahulu. Menjadi orang hebat saja persiapannya tentunya mulai dari kecil, bukan mulai waktu dewasa. Kalau sudah dewasa tinggal menikmati saja apa yang telah dilakukan sejak kecil. Menulis juga demikian harus mempunyai persiapan yang cukup banyak.
Persiapan kecilnya adalah berupa pena, buku tulis, buku saku, gadget, laptop dan lain sebagainya. Namun kebutuhan yang saya sebutkan barusan berupa gadget dan latop bukan keharusan, karena tidak mungkin seorang penulis harus punya gadget dan laptop, takutnya tidak punya karena banyak penulis sukses tanpa menggunakan fasilitas gadget dan laptop. Mereka ada yang pinjam kepada keluarganya, teman-temannya bahkan ada yang menggunakan jasa warung internet yang sudah banyak di sekitar kita. Jadi, kalau memang benar-benar mau menciptakan tulisan maka persiapkan apa yang dibutuhkan. Ketika kita tidak punya persiapan baik pena ataupun buku lalu tiba-tiba ada hal yang menarik dan penting untuk ditulis mau menggunakan apa?
Selain persiapan yang disebutkan barusan yaitu mempersiapkan dari pembendaharaan kata dan pengalaman serta kategori apa yang mau ditulis. Jika kita mau mencipatakan karya tulis berupa kategori narasi (Cerpen, puisi, novel) maka harus mempersiapkan yang berhubungan dengan kategori tersebut. Kalau mau membuat cerita pendek maka persiapannya harus banyak membaca cerita pendek dan mengenal lebih lanjut bagaimana  cara memulainya si penulis dan bagaimana gaya penulisannya. Itu berlaku kepada semua kategori naskah tulisan, tidak hanya berlaku pada kategori tertentu. Kalau tidak demikian bagaimana bisa mampu menghasilkan karya tulis yang baik namun tidak pernah membacanya. Sama halnya dengan orang mau menanak nasi tapi tidak ada airnya sehingga tidak matang. Jadi, membacalah sebanyak-banyaknya berkaitan dengan apa yang akan ditulis sekarang. Jangan hanya berdasarkan ide yang datang saja. Jika menulis satu artikel mungkin persiapannya cukup membaca buku satu minggu saja. Namun kalau membuat buku, membaca satu minggu tidak cukup pasalnya penulisan buku itu sangat panjang dan membutuhkan banyak kata-kata yang harus dimiliki.
Saya sangat setuju dengan penulis sukses yang mengatakan bahwa jika kita mau menjadi penulis novel yang hebat maka membacalah novel sebanyakanya, jika kamu ingin menjadi seorang penulis buku ekonomi maka bacalah buku-buku yang berkaitan dengan ekonomi, jika kita mau menjadi seorang konselor hebat maka bacalah semua buku yang berhubungan dengan bimbingan konseling. Maka dengan demikian apa yang menjadi impian akan menjadi nyata.
Kenapa saya bisa menulis? Padahal saya bukan keturunan dari penulis hebat. Mungkin karena saya sering banyak membaca buku penulis hebat dan termotivasi dari kata-katanya bahkan kata-katanya terserap dalam jiwa saya untuk menciptakan sebuah karya tulis. Kalau kamu membaca tulisan ini pasti ada pertanyaan bisakah saya menulis jika saya banyak membaca. Jangan khawatir jika banyak membaca maka mudah melakukan apa saja terkait kepenulisan. jika pandai membaca buku tentang ilmu pengetahuan alam maka mudah untuk menciptakan artikel dan buku yang berkaitan dengan ilmu tersebut.
Jadi menulis artikel itu butuh persiapan bukan ketika ide itu datang kemudian menulis artiekl secara serius itu hanya pendukung saja untuk diikut sertakan pada naskah tulisan yang mau ditulis. Pesiapkan lebih matang jika mau menciptakan karya tulis yang baik dan dapat dinikmati siapa saja. Setiap apa yang kita buat dan sudah ada persiapan sebelumnya maka hasilnya akan baik dan luar biasa.

 Penulis : Moh Khozah
Editor : Tim Rumah Artikel

Bagikan Artikel Ini;

Thursday, March 26, 2020

Menuju Masa Depan Lebih Baik Bersama Buku Sepenggal Kisah Bersama Sang Guru






Judul buku      : Mutiara yang Berkilau (Sepenggal Kisah Bersama Sang Guru)
Penulis             : Asosiasi Pemikir Bata-Bata (APB)
Nomor ISBN  : 978-602-50304-3
Penerbit           : Pustaka Muba
Cetakan           : Januari 2018
Jumlah hal       : 247



Sebagai santri atau alumni ingin selalu mendapatkan, mendengarkan motivasi guru-gurunya. Dalam menjalani hidup di pesantren atau sudah menjadi santri yang terjun di masyarakat luas harus mempunyai sumber pengetahuan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Karena itu, akan menjadikan diri sendiri lebih baik dalam bersosial.
Buku Mutiara yang Berkilau sepenggal kisah bersama guru hadir kepada kita (santri dan alumni) yang membahas terkait motivasi-motivasi, RKH Abdul Hamid. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata kepada santri-santrinya, semasa menjadi duta santri di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.
Buku ini mengulas dauh-dauh beliau. Baik, dari persoalan mencari ilmu di pesantren atau luar pesantren serta hukum-hukum yang belum jelas hukumnya serta bagaimana beliau mendidik santri-santrinya dan perjuangan mengembangkan dan memajukan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Sehingga, menjadi salah satu pondok pesantren terbesar di Madura dengan jumlah ribuan santri dari tahun ke tahun.
Terbukti, perjuangannya tidak sia-sia. Santri-santrinya banyak yang menjadi orang sukses. Mereka tersebar di berbagai daerah, baik di pulau Madura maupun di luar Madura bahkan di luar negeri sekalipun.
Menjadi santri Bata-Bata merupakan kebanggaan semua santri, karena bisa menimba ilmu pengetahuan yang luas, misi berkualitas, visi masa depan yang jelas.
RKH Abdul Hamid, pernah berpesan kepada salah satu putranya yang terdapat pada halaman 28 yang berbunyi, “Santreh e padhe`remmaah bheih ben been terserah kor jhe` loppaeh macah ketabba.”(Santri Mau Diapakan atau mau di bagaimanakan terserah asal jangan lupa kemampuan baca kitabnya).
Begitulah pesan beliau kepada salah satu putranya. Sehingga, berbagai program terealisasi. Hasilnya tidak mengecewakan. Sejumlah santri siap menghadapi pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selanjutnya, pada halaman 28 sebelum berakhir dari pragraf terdapat motivasi yang dinisbatkan dari RKH Abdul Majid bahwa, “Tetthi santreh papadhe bhen nyior etamen edimmaah bheih odi`.” (Jadi santri harus sama dengan kelapa, ditanam di manapun bisa tumbuh).
Menjadi santri harus sungguh-sungguh belajar di pondok pesantren. Tidak hanya bercover santri, tapi isinya nol. Tidak bisa digunakan sama sekali di masyarakat umum. Belajar sebanyak-banyaknya yang terpenting tidak bertentangan dengan syariat Islam. Selama bisa bergerak, gunakan semua tenaganya untuk berkreasi, berinovasi dan berprestasi. Supaya, ketika terjun ke masyarakat luas menjadi santri siap pakai kapan saja, di mana saja, bersama siapa saja.
Buku ini, ditulis oleh Asosiasi Pemikir Bata-Bata (APB) yang merupakan alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang melihat langsung dan didauhkan langsung, baik secara tatap muka atau ketika mengikuti kajian kitab Tafsir Jalalain di Mushalla Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang terdiri dari 8 penulis dan mereka telah berhasil menggapai cita-citanya.
Terdapat, plus minus dalam buku ini. Minusnya, cover kurang mencolok terhadap calon konsumen ataupun calon pembaca. Sehingga, tidak mudah dikenal menarik di pasaran serta terdapat kesalahan ketik di beberapa kalimat.
Adapun, plusnya adalah buku ini sangat bagus dan berkualitas. Bahasanya, mudah dipahami dengan bahasa yang cukup sederhana dengan menggunakan bahasa modern serta isi  memotivasi diri kita sebagai santri atau alumni di pondok pesantren. Walaupun, bukan santri atau alumni pesantren Bata-Bata. Buku ini, cocok sekali untuk siapa saja. Khususnya, pembaca dalam mengambil hikmah dari isi buku tersebut. Banyak kisah menarik, bukti nyata kisah  yang tercatat dari buku ini. Jika ingin menjadi orang sukses, maka bacalah buku-buku berkualitas yang ditulis oleh penulis yang sudah merasakan kesuksesan. Buku ini, cocok untuk dibaca bagi Anda yang ingin menjadi orang sukses di muka bumi ini.

Resensi : Mas Aza
Editor : Tim Rumah Artikel


Bagikan Artikel Ini;

Wednesday, March 25, 2020

Biasakan Menulis Setiap Waktu


Kebiasaan akan menjadi pendaping selamanya. Karena itu kita biasakan sesuatu yang dianggap baik, jika kamu ingin menjadi seorang penulis maka biasakanlah menulis setiap waktu. Bila kebiasaan menyatu pada jiwa maka ide menulis terus menjungjunginya.
Seorang penulis terkenal selalu memberi motivasi bagi generasi selanjutnya untuk selalu menulis walaupun tidak sebagus penulis terkenal pada umumnya, karena lama-lamanya akan tercapai cita-cita menjadi penulis.
Jika sekarang kita memulai menulis tepat pada waktu pagi maka besok jangan sampai menulis pada waktu siang, menulislah pada waktu pagi juga biar teratur dan akan menjadi kebiasaan setiap hari.
Menulislah sesuai tujuan fikiran kalian, jangan memikir salah atau benar agar tidak menjadi kendala untuk memulai menulis selanjutnya, jika itu terjadi maka keesokan harinya akan menjadi malas dan mandeg lagi untuk memulai menulis.
Setelah menulis penulis diharapkan untuk mengoreksi ulang sebagai latihan kebiasaan setiap hari jika tidak demikian penulis akan malas mengoreksi ulang karyanya dan nanti akan membuat males untuk membaca karya yang sudah  rampung, padahal  karyanya masih banyak yang salah maka koreksi ulang itu sangat penting bagi penulis.
Biasakan membaca karya sendiri setiap kali diterbitkan oleh media, karena dengan demikian akan menjadi lebih semangat untuk menulis kembali dan akan menjadi kesukaan menulis dan jangan pernah merasa bisa menulis karena masih banyak penulis yang lebih pintar dari pada antum.
Nah untuk itu mari kita biasakan menulis walupun satu kalimat, karena satu kalimat itu akan membawa kesuksesan jika kita terbiasa setiap waktu kita.

Bagikan Artikel Ini;

Cara Mudah Artikel Diterima oleh Media Rackticle


Hai teman-teman penonton video ini. Sekarang saya akan berbagi tips lewat video, tapi jangan lupa untuk subscribe dan like serta share agar video ini banyak memberikan manfaat terhadap orang lain.

1. Judul menarik dan bernuansa pertanyaan

Contoh : Ini dia penangkal Corona, selengkapnya baca di sini.

2. Tema-tema trending, seperti saat ini lagi trending nya covid-19. Jadi kalau teman-teman buat artikel yang berkaitan seperti ini akan mudah diterima.

3. Memenuhi syarat dan ketentuan kata. Dalam setiap artikel harus tidak boleh kurang dari 300 kata. Pastikan lebih dari 300 kata dan apabila sampai 1000 kata akan mendapatkan Bonos Dollar.

4. Memenuhi syarat dan ketentuan trik pemostingan seperti harus mengisi Summary dan message the viewer serta file yang harus buat sendiri/karya sendiri.

5. Aktif berkarya, semakin sering buat artikel dan memenuhi syarat dan ketentuan semakin senang admin untuk mempublikasikannya. 

Selamat mencoba semoga berhasil.

Penulis : Moh Khozah

Bagikan Artikel Ini;

Kuliah Sambil Bekerja Mencari Uang Menguntungkan



Lulus sekolah menengah ke atas ada banyak pilihan bagi para siswa-siswi dalam meregut masa depan sebelum menginjak masa dewasa. Melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, mencari pekerjaan, membangun keluarga baru, menjadi guru dan menjadi karyawan di beberapa koperasi dan pertokoan bahkan parahnya lagi menjadi pengangguran tanpa mempunyai aktivitas yang jelas dan aktif nongkrong di pinggir jalan. Sebaiknya masa remaja itu digunakan dengan banyak belajar, mengejar pendidikan yang tinggi, merebut prestasi-prestasi yang membawa sukses di kemudian hari. Jangan terburu-buru kawin dini, karena masa perjodohan belum saatnya bagi para generasi bangsa. Di masa kini remaja mulai ada perkembangan dan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan. Sebagian besar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga setiap tahunnya calon mahasiswa baru semakin bertambah. Tidak hanya itu perkawinan dini terus menerus berjalan sesaui adat yang berlaku di daerahnya masing-masing, kadang pula karena kemauan orang tua, kadang pula antara ke dua jenis sama-sama setuju dalam membangun keluarga barau. Selain itu para remaja yang lulus sekolah putus pendidikan karena tidak adanya uang untuk biaya kuliah, padahal tidak adanya uang bukan alasan tidak melanjutkan pendidikan karena sudah banyak terbukti mahasiswa berbekal kemampuan dan keterampilan sehingga ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan nilai yang memuaskan.
Lantas bagaimana kalau kuliah sambil bekerja. Apakah akan menggangu terhadap kegiatan kuliah dan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Tentu masalah ini tergantung pada dirinya sendiri dalam mengatur waktu antara jam kuliah dan jam kerja serta jam belajar. Kuliah sambil bekerja itu merupakan aktivitas yang sangat bagus sekali dalam mengisi kekosongan waktu jam kuliah. Kuliah mendapatkan ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas dan bekerja akan mendapatkan uang sekaligus mengiringi karir langkah perjalanan menjadi mahasiswa sebelum profesi mengejarnya. Profesi akan disesuaikan dengan ilmu pengetahuan yang dimliki, apabila ilmunya luar biasa maka karirnya juga luar biasa, apabila ilmu pengetahuannya rendah maka karirnya juga rendah.  Sering sekali ada bantahan, karir itu bukan diukur oleh ilmunya yang luas dan perguruan yang tinggi. Banyak di ujung sana-sini lusan SD dapat karir yang serata dengan sarjana, bahkan sebaliknya sarjana sibuk mencari karirnya ke sana sini.
Di era persaingan yang sangat ketat ini dengan banyaknya generasi yang multi fungsi dan sedikitnya lahan pekerjaan untuk kalangan sarjana, kita harus lebih hebat dari pada meraka dalam ilmu pengetahuan, wawasan, profesi dan lain sebagainya. Jika kita hanya mengandalkan kuliah tanpa sambil lalu melakukan aktivitas sampingan  akan berdampak buruk di kemudian hari. Menimalnya ikut organisasi kampus dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen dengan baik sehingga hasilnya nanti dapat membawa diri kita menjadi orang yang multi fungsi. Jangan menitipkan tugas kepada teman-temanya walaupun seorang teman tidak menuntut untukbekerja sama dalam menyelesaikan tugas makalah. Apalagi tidak pernah membaca buku mata kuliah bahkan semuanya bergantung pada teman-temannya tidak mau berusaha sendiri, walaupun nanti sarjana tidak akan sesuai dengan harapan karena sudah tidak mempunyai ilmu pengethaun yang sudah diberikan oleh dosen pengampu. Kesusksesan akan didapat oleh orang yang berproses sungguh-sungguh dan itupun harus melakuakan banyak perjuangan dalam menyelesaikan satu tugas dengan tugas yang lain. Walaupun mulai dari sekarang tidak tentu nanti mau jadi apa yang penting kita berproses sesuia keinginan. Barangkali nanti akan menjadi orang sukses sesuai keinginan.
Banyak Mahasiswa sukses sebelum menjadi sarjana, baik mereka sukses sebagai pembisnis, penulis artikel, menjadi guru, pegawai, menbangun usaha sendiri dan lain sebagainya. Jika menunggu waktu sarjana untuk mencari profesi tanpa melakukan kegiatan-kegiatan sebelumnya akan berdampak buruk keterlambatan profesi. Kalau sesudah kuliah langsung mendapatkan pekerjaan sungguh sangat bagus sekali, namun apabila sesudah menjadi sarjana tidak langsung mendapatkan pekerjaan sangat memperhatinkan sehingga harus ke sana sini mencari pekerjaan. Capek  sekali jika harus ke sana sini mencari pekerjaan membawa berkas ke perusahaan, lembaga-lembaga pendidkan itupun belum tentu diterima, kalau langsung diterima ya kita harus banyak bersyukur jika tidak maka jangan putus asa, karena putus asa itu akan mengakibatkan musibah besar dalam mengharapkan karir sesuai jurusan yang dipilih. Walaupun tidak sesuai dengan jurusan yang dipilih maka tetap disyukuri barang kali di kemudian hari berujung pada jurusan yang dipilih. Mencari profesi pekerjaan sama dengan proses masuk kuliah, melengkapi segala kebutuhan  baik mulai dari berkas, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Kalau bukan hasil dari kegiatan waktu kuliah kemampuan apa yang akan diandalkan, belajar tidak mau belajar, berusaha tidak mau berusaha, maunya hanya bersenang-senang saja ke sana ke sini dengan gaya kerennya.
Jadi sebelum sarjana mulailah bekerja. Baik itu pekerjaan yang kecil seperti halnya menjual pulsa, menerima jasa pengetikan makalah, menjadi guru private, menulis artikel, menjadi karyawan toko , menjadi fotografer, bengkel sepeda motor bahkan menembel ban sekalipun menjadi pekerjaan sampingan. Rasa gengsi itu jangan dibairkan mendekam dalam jiwa  sebelum menjadi sarjana. Takutnya nanti ketika sudah lulus kuliah tidak langsung mendapatkan pekerjaan sesuai jurusan yang dipilih. Kembangkan kemampuan yang dimiliki, jangan dibiarkan menganggur sampau puluhan tahun bahkan tidak dipakai sama sekali. Tidak menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki sama halnya pohon tidak berbuah.
Kisah inspiratif untuk kita semua dalam berjuang di pendidikan, Supadiyanto merupakan mahasiswa sukses  dengan ekonomi yang sangat minim, dalam bukunya Berburu Honor dengan Artikel menceritakan ia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Negeri Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga dengan hasil keringatnya sendiri sebagai penulis artikel dan pewarta. Dari hasil menulis ia berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai semua kebutuhan hidupnya terpenuhi termasuk kebutuhan perkawinannya.

Penulis : Moh Khozah



Bagikan Artikel Ini;

Blog Archive